Kabar adanya pasien terindikasi suspect virus corona di RSUP dr Kariadi Semarang dibenarkan pihak rumah sakit setempat.

Namun, menurut staf Humas RSUP dr Kariadi Semarang, Aditya Kandu Warenda bukanlah pasien rujukan dari rumah sakit di Semarang, melainkan datang sendiri untuk diperiksa.

sekira pukul 22.54 di sekitar area Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP dr Kariadi Semarang, tidak banyak orang memakai masker.

Di dalam ruang IGD terlihat hanya beberapa orang yang mengenakan masker berwarna biru.

Sementara di luar ruangan, baik di ruang tunggu dan halaman depan pintu masuk IGD, hanya satu-dua orang yang mengenakan masker.

Seorang wanita paruh baya asal Surakarta yang sedang mengantar suami di rumah sakit tersebut menyampaikan, tidak ada ada pemberitahuan dari pihak rumah sakit mengenai pasien yang terjangkit virus corona.

"Saya di sini sudah satu jam lebih, tidak ada pemberitahuan untuk memakai masker atau kabar yang menyatakan adanya pasien yang terjangkit virus corona," ungkapnya.

Dia menambahkan, mengetahui gambar seorang petugas rumah sakit sedang berpakaian seperti plastik dari media sosial.

"Anak saya perempuan kerja di sini (RSUP dr Kariadi Semarang) sebagai perawat, saat saya tanya terkait kebenarannya juga tidak tahu," tambahnya.

Seorang petugas di bagian IGD RSUP dr Kariadi Semarang yang mengenakan pakaian berwarna hijau muda saat dikonfirmasi mengenai gambar yang beredar di media sosial juga tidak mengetahui informasi tersebut.

"Tidak tahu, saya tidak tahu," jawabnya sembari masuk loket IGD RSUP dr Kariadi Semarang.

Tampak pula tiga pemuda di halaman depan IGD.

Ketiganya, tidak mengetahui tentang adanya kabar pasien terjangkit virus corona pindahan dari rumah sakit swasta di Semarang ke RSUP dr Kariadi.

"Saya sudah sejak pukul 21.30 di sini. Barusan dari dalam IGD tidak ada apa-apa," tutur satu di antara tiga pemuda itu.

Dia menambahkan, mendapatkan gambar tangkapan layar berupa broadcast di grup whatsapp mengenai pasien dari rumah sakit swasta tersebut.

"Tetapi di sini tidak ada. Tidak ada juga mobil ambulans dari rumah sakit yang dimaksud itu datang ke sini," ucapnya.

Sebelumnya RSUP dr Kariadi Semarang diinformasi memang menangani satu pasien terindikasi suspect virus corona pada Senin (27/1/2020) siang.

Aditya Kandu Warenda membenarkan apabila pihak menerima pasien yang statusnya masih terindikasi suspect virus corona.

Pasien tersebut untuk saat ini sudah ditangani di Ruang Isolasi RSUD dr Kariadi Semarang.

"Ya betul, saat ini pasien masih dilakukan pemeriksaan klinis untuk menegakkan diagnosis."

"Apakah pasien tersebut terpapar virus corona atau hanya flu biasa," terangnya.

Ia menambahkan, awal mulanya pasien datang sendiri dengan keluhan flu berat dan beringus sejak pukul 12.00.

"Pasien datang sendiri, tidak ada yang mengantar, hanya mengeluh sakit flu dan minta dicek kondisi kesehatannya," ungkapnya.

Selain itu, dari riwayat sebelumnya, pasien pernah pergi ke China dalam rangka studi kemudian kembali ke Indonesia.

"Mendengar dan melihat ada kasus wabah virus corona di China, pasien itu datang ke RSUP dr Kariadi Semarang minta periksa" imbuhnya.

Lanjutnya, Aditya mengimbau agar tetap berjaga-jaga dari hal yang terburuk.

"Pasien kami pisahkan dari perawatan pasien yang lain.

Masih terkait hal tersebut, pihaknya tidak membenarkan ada pasien terindikasi virus corona rujukan dari rumah sakit swasta di Semarang pada Senin (27/1/2020) petang.

Hingga detik ini, RSUP dr Kariadi Semarang hanya baru menerima satu pasien.

Pasien tersebut pun datang sendiri, bukan dari hasil rujukan rumah sakit baik di dalam maupun luar Semarang.