Sebanyak kurang lebih 2.000 pelari baik lokal, nasional maupun internasional meramaikan even lari tahunan Semarang 10k yang digelar Minggu(15/12) pagi.

Mengambil start di Balaikota Semarang, para pelari nampak begitu antusias mengikuti balap lari yang menyuguhkan berbagai keindahan arsitektur Kota lama.

Tingginya animo peserta untuk mengikuti Semarang 10k membuat panitia optimis acara serupa dapat digelar di tahun 2020 dengan peningkatan beserta rute dan kelas half marathon 21 k.

Lomba lari penutup tahun ini menggunakan rute baru pasca-revitalisasi kawasan Kota Lama.

Para peserta diajak melintasi lebih banyak jalur di kota lama Semarang. Ini tentu menjadi pengalaman seru dan berkesan bagi peserta.

Wali kota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan potensi dan tantangan penyelenggaraan Semarang 10K 2020 membutuhkan kajian serius mulai dari penyediaan tempat start dan finish, penyediaan track dan rute datar untuk menjamin kenyamanan para pelari.

Dari data statistik panitia Semarang 10K, Hendi sapaan akrab wali kota menyebut 70% peserta berasal dari luar kota Semarang. Hal ini menjadi potensi yang bagus untuk mendongkrak perekonomian kota Semarang.

Perwakilan panitia Semarang 10K, Budiman, menyampaikan event lari Semarang 10K 2019 menyedot animo yang luar biasa besar dari para pelari.

Dalam waktu singkat, kuota 2.000 peserta langsung terpenuhi dan pelari pun merasa track di Kota Semarang sangat menarik karena menyuguhkan track datar dengan keindahan kota lama.

Selain itu rute yang relatif steril membuat para pelari merasakan kenyamanan dalam mengikuti event ini .

Lomba lari penutup tahun ini menggunakan rute baru pasca-revitalisasi kawasan Kota Lama.

Para peserta diajak melintasi lebih banyak jalur di kota lama Semarang. Ini tentu menjadi pengalaman seru dan berkesan bagi peserta.

Wali kota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan potensi dan tantangan penyelenggaraan Semarang 10K 2020 membutuhkan kajian serius mulai dari penyediaan tempat start dan finish, penyediaan track dan rute datar untuk menjamin kenyamanan para pelari.

Dari data statistik panitia Semarang 10K, Hendi sapaan akrab wali kota menyebut 70% peserta berasal dari luar kota Semarang. Hal ini menjadi potensi yang bagus untuk mendongkrak perekonomian kota Semarang.

Perwakilan panitia Semarang 10K, Budiman, menyampaikan event lari Semarang 10K 2019 menyedot animo yang luar biasa besar dari para pelari.

Dalam waktu singkat, kuota 2.000 peserta langsung terpenuhi dan pelari pun merasa track di Kota Semarang sangat menarik karena menyuguhkan track datar dengan keindahan kota lama.

Selain itu rute yang relatif steril membuat para pelari merasakan kenyamanan dalam mengikuti event ini .

“Even lari saat ini banyak diminati oleh masyarakat dan di hari yang sama ini ada 3 event lari besar yang ada di Indonesia tetapi Alhamdulillah pelaksanaan Semarang 10K mampu menyedot animo para runners untuk datang langsung mengikuti event yang ada di Kota Semarang,” ungkap Budiman.

Banyak pelari nasional bahkan internasional yang tertarik dan mengikuti event pada hari ini.

Ini membuktikan bahwa kota Semarang memiliki daya tarik dan potensi yang sangat bagus untuk promosi wisata kota Semarang, lanjut Budiman.

 

Pihaknya juga melibatkan pelajar dalam event lari ini untuk menemukan talenta baru dan cetakan rekor baru.

Pada event Semarang 10K 2019 ini, animo pelari semakin besar dan begitu juga dengan animo sponsor untuk mensukseskan acara ini.

Untuk itu apresiasi dan terima kasih disampaikan kepada warga dan jajaran Pemerintah kota Semarang yang telah mensukseskan dan menyiapkan rute yang sangat steril dan nyaman bagi para pelari.

Kesediaan warga dan ketegasan pemerintah dibutuhkan untuk suksesnya even lari ini mengingat diperlukan waktu kurang lebih dua setengah jam untuk sterilnya akses para pelari dalam event Semarang 10K ini.

Event Semarang 10K ini juga menjadi ajang para pelari untuk memperbaiki rekor waktu atau personal best mereka tercatat di akhir race.

Di akhir race para pelari mencatatkan rekor waktu terbaik mereka di antaranya pada kategori master pria pelari Bambang Oktavianus berhasil unggul dengan total waktu 37,14 menit disusul oleh Hartono dengan torehan waktu 42,1 menit.

Sementara untuk kategori internasional, juara pertama diraih oleh Jaquelin Nzivo dari Kenya dengan catatan waktu 37,09 menit.

Sedangkan pada kategori all ages pelari Tariku Demelash Aberra dari Ethiopia unggul dengan catatan waktu 30,39 menit disusul pelari Kenya Charles Munyua Njoki dengan waktu 31,17 menit.