Kedai kopi atau coffee shop merupakan tempat nongkrong favorit anak muda kekinian.

Mereka tak hanya menonjolkan kenikmatan kopi yang khas, namun juga tempat nongkrong yang instagramable. 

Musim hujan yang diprediksi BMKG puncaknya mulai Januari hingga Februari, ternyata tak berpengaruh pada penjualan kopi di beberapa coffee shop di Kota Semarang. 

Kedai Kopi Pijar contohnya. Kedai yang baru melakukan soft opening pada 16 Desember 2019 ini mengaku meskipun musim hujan penjualan tetap memenuhi target.

“Alhamdulillah kita punya target dan selalu terpenuhi bahkan bisa lebih dari target.

Walaupun musim hujan juga ternyata tetap memenuhi target,” ujar Faishal Irfan, Owner Kedai Kopi Pijar.

Menurut Faishal, menu yang menjadi favorit para pengunjung adalah menu signature mereka yakni es kopi susu.

Senanda dengan Kopi Pijar, Folkafe tempat nongkrong muda-mudi yang berlokasi di Jalan Dr. Setiabudi No 79, Semarang mengatakan jika penjualan justru mengalami kenaikan saat hari libur.

Selain itu menu paling banyak dipesan oleh pengunjung berjenis ice.

“Sebenarnya kalau masalah cuaca tidak berpengaruh sih sama penjualan kopi di folka.

Justru musim libur yang berpengaruh signifikan.

Karena target pasar kita untuk di middle adalah para mahasiswa dan muda-mudi,” ungkap Faqih, Head Barista Folkafe.

“Masih sama sih, tetep banyak kok yang pesan minuman ice.

Pemesan minuman yang hot cenderung lebih banyak pas malam hari.

Best seller kami itu kopi susu folka,” pungkasnya.