SMP Negeri 2 Semarang menorehkan prestasi membanggakan di kancah Internasional.

Pasalnya berhasil membawa pulang lima medali emas dan satu perak pada ajang Internasional Sains Teknologi Engineering (ISTEC) yang dihelat di Bandung, mulai 12 hingga 16 Januari 2020.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaaan SMP 2 Semarang, Sudaryono mengatakan ajang Internasional Sains Teknologi Engineering merupakan ajang bergengsi.

Diikuti oleh 13 negara antara lain Afrika Selatan, Oman, Turki, Sri Langka dan lainnya.

Jumlah tim yang ikut mencapai ratusan dari berbagai sekolah yang ada di dunia.

"Total kami membawa 10 siswa."

"Dibagi menjadi empat tim dengan masing - masing tim diisi oleh dua orang."

"Serta dua siswa maju kategori individual, syukur semua siswa bisa menorehkan prestasi dan membawa pulang medali, " katanya ,Selasa (21/1/2020).

Dia menjelaskan, pada ajang tersebut ada tiga kategori yang dilombakan, antara lain science, technology, dan engenering.

SMP 2 Semarang hanya ikut pada kategori science dan technology.

Sedangkan untuk kategori engenering terpaksa absen karena dikhususkan untuk jenjang pendidikan setara perguran tinggi.

Adapun siswa SMP 2 Semarang yang membawa pulang medali emas di antaranya kategori science atas nama Takeshi Winsa Jolly dan Bartholomeus Satria Bima Prastanta untuk Project Electricity Speed Bumb.

Selain medali emas mereka pun mendapatkan penghargaan special price dan berhak mewakili Indonesia ke Angkara ,Turki di ajang serupa pada 30 September 2020.

Kelompok lainnya yang mendapat emas adalah Amanda Charlendita Wibisono dan Nadia Edita Maheswari untuk projeck berjudul Simple Biological Food Resource.

"Mereka berdua juga mendapatkan penghargaan lain yakni grand award serta berhak membawa pulang uang Rp 3 juta, " bebernya.

Sudaryono menerangkan siswa yang lain ikut menyumbang emas adalah tim Nigel Arkanitia dan Lintang Ayu Sekar Langit dengan projeck A study of Application Magnetic Leviation on a Bullet Train.

Berikutnya kategori technology individu Nabil Juninanda R projeck Automated Train Barrier dapat gold Medal dan Kevan Vallerio Anwar juga dapat gold medal.

Sedangkan untuk Muhammad Ilham Kharisma Putera dan Ibrahim Imam Rasydan Projeck Ethnomathematics: Geo Metric (tube) in Angklung dapat Silver Medal.

Masih dikatakan Sudaryono, pihak sekolah selalu mendukung kegiatan positif siswa, satu di antaranya adalah mengikuti berbagai perlombaan.

Khusus di ajang ISEC merupakan sumbangan medali kedua di awal tahun 2020.

Sebelumya ada satu siswa yang pada saat hampir bersamaan menjuarai American Matematik.

"Kami menyadari bahwa tiap anak memiliki kemampuan berbeda. Semua kemampuan diangkat serta difasilitasi sekolah dengan harapan anak lebih memanfaatkan waktu luang dengan hal positif, " ujarnya.

 

Source : Tribunjateng.com