Setiap kali para penampil memperagakan tariannya, para penonton yang memadati aula UPTD Dikbud Kecamatan Sayung memberikan apresiasi berupa tepuk tangan meriah.

Kepala UPTD Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Sayung Kabupaten Demak, Bambang Sutarto, membuka pagelaran amal ala anak usia dini tersebut memberikan support kepada anak anak agar kreatif.

Di samping itu juga diajak peduli dan berdoa untuk kawan kawan AUD yang terkena dampak bencana banjir di berbagai wilayah Demak beberapa saat yang lalu.

Namun cara mereka menggalang dana berbeda. Tidak dengan cara turun ke jalan, tapi melalui pentas seni.

Ya, puluhan anak usia 5 - 6 tahun berkostum semarak khas pemain drum band tampak memenuhi panggung Gebyar Anak yang diselenggarakan praktisi PAUD di Kecamatan Sayung Kabupaten Demak, Rabu (15/01/2020).

Masing masing bocah tersebut berperan membawakan alat musik masing masing yang dibunyikan sesuai komando dua mayoret mungil yang berada di depan mereka.

Tanpa ragu ataupun malu, anak anak itu memainkan dua lagu sebagai pembuka acara.

"Tujuan diadakannya acara ini sebagai wadah kreativitas bagi guru dan siswa sekaligus juga ajang menggelar doa dan amal bagi saudara kita yang kena bencana banjir di wilayah Demak dan lainnya, " kata ketua panitia penyelenggara Gebyar Anak, Tri Endah Pujiastuti dalam keterangan tertulisnya.

Para pengisi acara, sambung Endah, berjumlah 156 anak yang berasal dari 26 Taman Kanak kanak se-Kecamatan Sayung.

Ratusan anak berpakaian warna warni itu, bersabar menunggu giliran naik ke pentas.

Setiap kali para penampil memperagakan tariannya, para penonton yang memadati aula UPTD Dikbud Kecamatan Sayung memberikan apresiasi berupa tepuk tangan meriah.

Kepala UPTD Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Sayung Kabupaten Demak, Bambang Sutarto, membuka pagelaran amal ala anak usia dini tersebut memberikan support kepada anak anak agar kreatif.

Di samping itu juga diajak peduli dan berdoa untuk kawan kawan AUD yang terkena dampak bencana banjir di berbagai wilayah Demak beberapa saat yang lalu.

"Sejak dini anak anak kita kenalkan empati terhadap para korban bencana.

Caranya dengan menggelar pertunjukan semacam ini sebagai wahana pengumpulan dana.

Jadi tidak minta cuma cuma, ada edukasi di situ.

Berapapun hasilnya, yang penting anak anak sudah belajar arti kemanusiaan tanpa lepas dari kreativitas dan kerja keras," tutur Bambang.



Source : Tribunjateng.com