Warga mulai membersihkan rumah dan fasilitas umum setelah banjir surut di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Senin (13/1/2020).

Tidak hanya warga korban banjir, para relawan pun turut membantu.

Seperti yang dilakukan relawan Orang Indonesia (OI) Demak, Fathul Qorib, yang membantu membersihkan Madrasah Diniyah Ad-Din Futuhiyah di Dukuh Cangkring, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur.

"Tadi juga TNI dan masyarakat setempat ikut membantu membersihkan madrasah diniyah ini," ujarnya.

Sementara, Pengasuh Madrasah Diniyah Ad-Din Futuhiyah, Fathur Rohman, menyatakan, sejak Kamis (9/1/2020) pihaknya meliburkan 50 siswa atau santri akibat majelisnya yang terendam.

Madrasah tersebut terendam air sekitar 50 sentimeter dan meninggalkan lumpur setinggi mata kaki.

"Dua sampai tiga hari ke depan kalau cuaca cerah, santri akan kembali masuk," jelasnya.

Warga  Dukuh Gobang, RT 3 RW 2 Desa Trimulyo, Mujiono, tengah membersihkan lumpur di rumahnya menggunakan selang besar, kayu, dan alat lain.

Ia menyebut, lumpur di halaman rumahnya mencapai 60 sentimeter, sedangkan di dalam rumah setinggi mata kaki.

"Saya masih mengungsi di kerabat yang berada di desa sebelah," jelasnya.

Rumah berukuran 12 X 15 meter yang terbuat dari kayu tersebut sempat jebol di beberapa bagian ketika banjir pertama kali datang.

Ia menyebut, di antaranya pintu, dinding samping, dan dinding belakang.

"Kerugian sekitar lima juta rupiah," jelasnya.