Tingginya gelombang air laut di Pantai Ngebum menjadi perhatian khusus bagi para petugas keamanan pantai.

Apalagi pengunjung tak terbendung pada saat libur tahun baru kali ini.

Mereka tak henti-hentinya memberitahukan kepada setiap pengunjung agar mengawasi keluarga masing-masing melalui pengeras suara.

Bhabinkamtibmas Desa Mororejo Polsek Kaliwungu, Aipda Sutikno, menyampaikan hal yang perlu diwaspadai pertama dalam hal ini adalah pengawasan terhadap anak.

Meski telah memberikan peringatan mengenai batas maksimum berenang yakni 50-70 meter dari bibit pantai atau setinggi dada orang dewasa, pihaknya juga terus mengimbau agar para orang tua mengawasi anak-anaknya secara lebih intensif.

Hal itu dimaksudkan agar meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan termasuk membantu konerja petugas pengawas yang terlampau sedikit untuk mengawasi ribuan orang.

"Yang dikhawatirkan anak-anak main terlalu ke tengah nanti dibawa ombak. Pengawasan keluarga jadi yang pertama. Karena memang tidak bisa diduga apa yang terjadi," terangnya.

Menurut Sutikno, tingginya ombak pantai sudah terlihat dalam beberapa hari terakhir sejak akhir Desember. Setidaknya hampir tiap hari ada peningkatan gelombang di atas pukul 13.00.

Dengan keterbatasan petugas pengamanan yang ada, pihaknya terus berupaya untuk memberikan jaminan rasa aman kepada pengunjung bersama Poldarwis dan remaja sekitar.

Salah satunya dengan membatasi jadwal operasional wisata.

"Kita memang sudah sepakat operasional mulai pukul 05.00 - 18.00 WIB. Ini sebagai bentuk antisipasi atas hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau lebih dari jam itu pengawasan akan semakin berat, kasihan petugas. Makanya perayaan malam tahun baru juga tidak ada agenda apa-apa di sini karena ditutup," pungkasnya.