UNGARAN, - Tim Resmob Polres Semarang kembali meringkus pelaku kejahatan dengan modus pecah kaca mobil yang menjalankan aksinya di tepi Jalan Fatmawati, Lopait, Tuntang, awal Desember 2019 kemarin. Dua pelaku diringkus di Daerah Istimewa Yogyakarta, dia adalah Irwan Tagi Tagi (36) dan Subardi Taba (37).

“Dua pelaku ini diringkus oleh Tim Resmob Polres Semarang dibantu Tim Jatanras Polda DIY. Mereka biasanya berempat, satu ditangkap Polres Klaten sementara seorang lagi yang disebut-sebut sebagai otak kejahatan sudah kita tetapkan sebagai DPO,” kata Kapolres Semarang, AKBP Adi Sumirat, melalui Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Rifeld Constantien Baba, ketika gelar kasus di halaman Polres Semarang, Senin (30/12) pagi.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti satu obeng, satu set sarung tangan, satu ponsel, dan satu motor Yamaha Mio warna hitam tanpa plat nomor. Berdasarkan keterangan pelaku, diketahui bila kawanan ini sudah melakukan aksinya di lebih dari 12 lokasi. Empat di Kabupaten Semarang, yakni di Kecamatan Tuntang, Bawen, dan Kecamatan Getasan. Selanjutnya empat lokasi di Kabupaten Klaten, dua lokasi di Sleman, dan dua lokasi lain di Kabupaten Boyolali.

“Terpaksa kita tembak kaki karena berusaha kabur ketika digrebek. Aksinya terbilang terlatih, tidak sampai 30 detik sudah berhasil mengambil barang berharga di dalam mobil dan alarm kendaraan tidak menyala meski kacanya dipecah,” jelasnya.

Terakhir, lanjut AKP Rifeld Constantien Baba, kawanan ini beraksi di Tuntang pada 12 Desember 2019 lalu. Ketika itu, yang menjadi sasaran adalah kendaraan milik Ricky Anto warga Jalan Kelinci Raya Kota Semarang. Ada pun kerugian yang ditimbulkan akibat aksi itu, di antaranya dompet berisi ATM, KTP, dan SIM. Kemudian uang Rp 3,5 juta, dua ponsel, serta satu alat pengisian baterai ponsel.

Kepada polisi, Irwan Tagi mengaku dirinya sebagai eksekutor pecah kaca. Semua temannya, menurut dia, masing-masing ada peran tersendiri. “Ada yang mengawasi, ada pula yang siaga di motor,” ucap dia.

Atas kejadian tersebut, Kasat Reskrim menambahkan, pihaknya kembali menekankan pesan agar masyarakat tidak lagi meninggalkan benda berharga di dalam mobil. Karena dengan begitu, tindakan tadi bisa memicu terjadinya aksi kejahatan pecah kaca.

“Residivis semua atas kasus pencurian dengan pemberatan. Keduanya akan kita jerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara 7 tahun,” tegas AKP Rifeld Constantien Baba.

 

source : www.suaramerdeka.com