UNGARAN - Malam pergantian tahun 2020, Desa Wisata Sepakung, Banyubiru, Kabupaten Semarang gelar kesenian tradisional.

Beragam atraksi budaya tradisional itu nantinya ditampilkan di puncak Gunung Telomoyo.

Tokoh warga Desa Sepakung, Amat Nuri menuturkan beragam atraksi budaya tersebut diperuntukkan bagi pengunjung umum yang menikmati tahun baruan di Gunung Telomoyo.

"Kami tampilkan beberapa kesenian tradisional yang masih ada di lereng Telomoyo," jelasnya, Senin (30/12/2019).

Menurutnya Telomoyo menjadi alternatif tujuan pendaki menikmati pergantian tahun di puncak gunung, menyusul ditutupnya jalur pendakian di Gunung Merbabu.

"Mereka yang masih ingin mendaki, bisa ke Telomoyo," paparnya.

Ada sejumlah atraksi budaya yang disiapkan. Di antaranya kesenian Rodad dari Dusun Pagergedog Desa Sepakung Kabupaten Semarang.

Juga kesenian Soreng dari Dusun Sowanan, Ngablak Magelang. Juga ada malam Tirakatan dan refleksi tahun baru bertemakan Telomoyo.

"Kami juga menyiapkan pesta kembang api di puncak Telomoyo, untuk menyambut detik- detik pergantian tahun 2020," terang dia.

Menurut Amat Nuri, agar gelar atraksi budaya tersebut berjalan lancar maka pemerintah Desa Sepakung berkoordinasi dengan Polsek Banyubiru.

Hal itu terkait perizinan kegiatan, dan juga dukungan petugas keamanan selama kegiatan berlangsung.

"Ada tiket masuk Rp20 ribu per orang termasuk parkir kendaraan roda dua," jelas dia.

Selain itu ia mengatakan untuk mengoptimalkan kegiatan tersebut, satu kilometer sebelum puncak akan disterilkan bagi kendaraan pengunjung.

"Ada kantung-kantung parkir yang disediakan," jelas dia.

Sebelumnya jalur pendakian Merbabu ditutup pada malam pergantian tahun ini.

Hal tersebut disebabkan karena masalah keamanan, dampak dari terbakarnya Merbabu beberapa bulan yang lalu.

"Ada 5 jalur Merbabu masih tutup bagi umum hingga Januari mendatang," jelas Ketua Komunitas Peduli Puncak Syarif (Komppas) selaku pengelola basecamp pendakian Merbabu via Thekelan, Bento Abhi Dhamma.

 

Souce : Tribunjateng.com