Kota Semarang berlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) dalam rangka percepatan penanganan COVID 19.

Kebijakan ini diberlakukan oleh Pemerintah Kota Semarang yang tertuang melalui peraturan Walikota Semarang nomor 28 tahun 2020 dan keputusan Walikota Semarang nomor 443/417 tahun 2020.

Kebijakan pembatasan aktifitas luar rumah dalam pelaksanaan pembatasan Kegiatan Masyarakat meliputi:

  1. Penghentian pelaksanaan kegiatan di sekolah dan/atau institusi pendidikan lainnya
  2. Pembatasan kegiatan bekerja di tempat kerja
  3. Pembatasan kegiatan keagamaan di rumah ibadah
  4. Pembatasan kegiatan di tempat umum
  5. Pembatasan kegiatan sosial dan budaya
  6. Pergerakan orang menggunakan moda transportasi

Pemberlakuan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus (Covid-19) di Kota Semarang selama 28 hari terhitung mulai tanggal 27 April 2020 sampai dengan tanggal 24 Mei 2020. Selama pemberlakuan pelaksanaan pembatasan Kegiatan Masyarakat, setiap orang wajib :

  1. Melaksanakan perilaku Hidup Bersih dan sehat (PHBS) melalui cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan cairan penyanitasi tangan/Hand sanitizer setelah melakukan aktifitas sehari-hari
  2. Menggunakan masker di luar rumah
  3. Melaksanakan pembatasan sosial (social distancing) dan pembatasan fisik (physical distancing)

Masyarakat yang berdomisili/bertempat tinggal dan/atau melakukan aktifitas di Kota Semarang wajib mematuhi ketentuan pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan secara konsisten menerapkan protokol kesehatan pencegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Semarang

Lampiran
Peraturan Walikota Semarang Nomor 28 Tahun 2020
Keputusan Walikota Semarang Nomor 443/417 Tahun 2020