Keberadaan Bus Rapid Transit dalam rangka memberikan solusi bagi wisatawan. Untuk memenuhi sarana aksesbilitas transportasi yang bisa terjangkau dengan baik. Saat ini BRT berjumlah sebanyak 153 bus, dengan 443 selter atau halte. Ini merupakan komitmen dari Pemkot Semarang dalam rangka memaksimalisasi pelayanan transportasi, jelang awal 2020.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengatakan, jika nantinya satu koridor akan dilayani sekitar 20 bus. Keberadaan BRT diharapkan semakin hari akan dinantikan masyarakat luas sebagai angkutan massal yang terjangkau. Untuk itu, Pemkot mempunyai upaya dan komitmen agar BRT mampu menjangkau seluruh wilayah di pelosok Kota Semarang. Membuat penumpang akan dapat terlayani dengan baik

''Selain itu, untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dari warga Semarang. Tujuannya, agar kemacetan di Kota Semarang dapat terurai,'' ujar dia, dalam acara peluncuran tiga koridor baru Trans Semarang di kawasan Plaza Kandri, obyek wisata alam Waduk Jatibarang, Jumat (6/12).

Selanjutnya peluncuran Koridor VII, IX dan X ini, ungkap dia, dilaksanakan bersamaan dengan peluncuran kalender even Kota Semarang 2020. Hal ini sekaligus dilakukan dalam rangka usaha memfokuskan diri pada peningkatan di sektor pariwisata. Harapannya, mampu mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya ke Kota Semarang. Itu termasuk di wilayah Kandri dan sekitarnya yang banyak memiliki potensi wisata. Misalnya seperti keberadaan kera, waduk Jatibarang, kebon buah Cepoko, Masjid Perahu di Ngaliyan, Curug Gondoriyo dan lain sebagainya.

''Melalui sebuah agenda bersama ini, kami ingin menunjukkan bahwa salah satu kekuatan pariwisata ada di sektor aksesbilitas transportasinya. Kalau semuanya bisa terkoneksi melalui kemudahan akses transportasi, maka potensi wisatanya akan dapat lebih baik lagi di masa mendatang. Di mana wisatawan akan mendapatkan kemudahan untuk menjangkau lokasi-lokasi wisata,'' papar dia.

Hal senada juga dinyatakan Kepala Badan Layanan Umum Unit Pelaksana Teknis Daerah (BLU UPTD) Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan, bahwa pihaknya telah menjalin komitmen dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang agar BRT untuk melewati daerah tujuan wisata. Untuk itu, penempatan halte pun akan dibangunkan dekat lokasi-lokasi tersebut agar bisa berwisata tidak dengan menggunakan kendaraan pribadi. Misalnya saja di lokasi wisata Taman Lele dan Semarang Zoo.

''Penambahan tiga koridor ini telah menjadikan BRT memiliki 12 koridor secara keseluruhan. Termasuk di dalamnya untuk untuk melayani koridor malam di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang. Itu merupakan koridor tersendiri di luar koridor reguler yang telah ada. Sementara layanan BRT malam hari baru akan dilaksanakan pada Juni 2020, kecuali koridor feeder,'' kata dia.

Adapun Direktur Utama Karoseri Gunung Mas, Hari Pradjitno, mengungkapkan, pihaknya merupakan penyedia body dan chassis bagi BRT, termasuk di tiga koridor baru tersebut. Ditambahkannya, untuk Koridor VIII BRT menggunakan chassis Isuzu NQR 71, Feeder 1 (Koridor IX) menggunakan minibus chassis Isuzu NLR 55 LWB, dan Feeder 2 (Koridor X) memakai chassis Isuzu NLR 55 LWB.

''Untuk koridor VIII menggunakan bus jenis MGR 71, kapasitas 22 tempat duduk, posisi berhadap-hadapan, dan pegangan bagi penumpang yang berdiri sebanyak 9 buah. Itu artinya jumlah total ada 31 tempat duduk. Sementara untuk minibus digunakan bagi Feeder 1 dan 2, dengan kapasitas 20 tempat duduk. Kami berharap, kerjasama penggunaan Karoseri Gunung Mas juga akan kembali dilakukan di koridor-koridor BRT yang selanjutnya,'' terang dia.


Sumber : suaramerdeka.com