PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang mengambil langkah penghentian sementara layanan penerbangan komersial penumpang mulai hari ini (25/4) hingga 31 Mei mendatang.

General Manager Bandara Internasional Jenderal A Yani Semarang, Hardi Ariyanto sebagaimana dilansir Suara Merdeka mengatakan, hal ini sebagai tindak lanjut Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19. Selain itu, juga sejalan dengan Siaran Pers Plt Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan RI Nomor: 98/SP/IV/BKIP/2020. Di sana Kementerian Perhubungan RI menyatakan penerbangan penumpang domestik masih diizinkan beroperasi sampai, Jumat (24/4).

Hal itu untuk melaksanakan kewajiban operator penerbangan dalam melayani penumpang dengan reservasi lama dan mulai Sabtu ini tidak ada lagi reservasi baru. ‘’Penghentian sementara layanan penerbangan komersial penumpang dalam negeri atau domestik dan luar negeri atau internasional, baik untuk penerbangan berjadwal dan tidak berjadwal di Bandara Internasional Jenderal A Yani Semarang diberlakukan 25 April 2020 hingga 31 Mei 2020,’’kata dia. Menurutnya, meski diberlakukan penghentian sementara layanan transportasi udara penumpang komersial, Bandara Internasional Jenderal A Yani Semarang tetap beroperasi seperti biasanya karena pihaknya wajib melayani penerbangan yang termasuk dalam pengecualian penghentian.

Penerbangan yang dikecualikan diantaranya penerbangan pimpinan lembaga tinggi Negara dan tamu kenegaraan, operasional kedutaan besar, konsulat jenderal, dan konsulat asing serta perwakilan organisasi internasional di Indonesia. Selain itu, juga operasional penerbangan khusus repatriasi yang melakukan pemulangan warga negara Indonesia maupun warga negara asing dan operasional penegakan hukum, ketertiban, dan pelayanan darurat. Kemudian operasional angkutan kargo dan operasional lainnya berdasarkan izin Direktur Jenderal Perhubungan Udara.

Dengan adanya penghentian sementara layanan transportasi udara penumpang komersial ini, berdampak pada 21 penerbangan yang beroperasi di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani. Rute terdampak tersebut merupakan penerbangan dengan tujuan Denpasar, Balikpapan, Bandung, Jakarta, Pangkalanbun, Surabaya, Batam, Banjarmasin, Makassar, dan Ketapang. Kebijakan ini dapat diperpanjang dengan menyesuaikan dinamika pandemi Covid-19 di Indonesia.

 

Lampiran :
Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 25 Tahun 2020