Korban penganiayaan di kawasan Taman Indonesia Kaya (TIK), Yusuf alias YSA (22) warga Puri Dinar Elok Meteseh Tembalang Semarang kini sudah sadarkan diri, Kamis (12/12/2019).

Saat ditemui, Yusuf yang tengah berbaring di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Kariadi Semarang tampak sudah dapat berkomunikasi.

Ia tampak sudah dapat bercerita dengan pihak keluarga dan orang-orang yang menjenguknya.

"Saya sudah sadar dari tadi sore," kata dia.

Dalam kondisi itu, kepala bagian kiri Yusuf tertutup perban dan di tangan kanannya terpasang infus.

Ia lantas menceritakan penganiayaan yang dialaminya pada Kamis dini hari.

Semula, kata dia, ia pulang kerja dari sebuah cafe di jalan dr Sutomo, Randusari, Semarang Selatan pada pukul 01.00 WIB.

Lantaran ingin berbincang-bincang terlebih dahulu dengan seorang teman dengan inisial nama NZ (21), Yusuf lantas menjemput NZ dan mengajaknya ke Taman Indonesia Kaya.

"Awalnya pulang kerja pukul 01.00 WIB, mau pulang tapi capai.

Akhirnya jemput teman untuk ngobrol berdua di sekitar Taman Indonesia Kaya. Pukul 01.30 kami sudah sampai, kami duduk di TIK dekat SMA N 1," ujarnya.

Nahas, saat kondisi sekitar TIK sepi, Yusuf dan NZ didatangi tiga orang pria tak dikenal.

Kala itu, Kata Yusuf, seorang pria mendekatinya dan bertanya menggunakan bahasa Jawa.

Lantaran ia tak paham dengan kalimat yang diucapkan pria tersebut, NZ kemudian yang menjawab pertanyaan orang tersebut.

Saat NZ menjawab pertanyaan laki-laki itu, ada pria lagi yang kemudian datang merebut handphone Korban.

"Pas kami sedang ngobrol berdua terus ada 3 orang datang.

Yang satu ngomong menggunakan bahasa Jawa halus. Saya tidak paham karena saya pendatang dari Jakarta.

Kemudian dijawab teman saya orang Jepara, terus ada satu orang lagi merebut HP saya.

Kemudian ada yang orang gendut bilang, 'bacok wae ra wis," ujarnya.

Saat itu, lanjutnya, dirinya lantas dikeroyok oleh ketiga orang tersebut.

Ia menyebut, seorang menggunakan senjata tajam untuk memukul kepala bagian kirinya.

"Ketiganya memukul saya.

Yang satu seperti membawa benda tajam, lumayan besar. Terus saya dipukul pake senjata itu, jedek..," paparnya.

Saat itu, kata dia, ia lantas memegang bagian kepala yang terkena pukul itu dan lari mengejar pelaku.

Sementara NZ berlari menuju pos keamanan untuk meminta bantuan.

"Saya pegang kepala saya, saya lari mengejar orang itu. Saya baru sadar luka di kepala saya ketika lihat tangan saya berlumuran darah.

Waktu itu saya hanya terasa sakit dipukul," lanjutnya.

Lantas ia menyebut, tidak mengetahui motif pelaku menganiayanya.

Ia menduga, penganiayaan yang dialaminya merupakan upaya penjambretan oleh pelaku.

"Motifnya apa saya tidak tahu. Tidak tahu juga musuh atau tidak.

Tapi waktu itu jam tangan saya dirusak. HP saya mau diambil," tukasnya.