Dewan Pimpinan Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menerbitkan maklumat tentang rencana pemberlakuan new normal di tengah pandemi Covid-19. Maklumat ini diterbitkan dengan Nomor: Kep-1188/DP-MUI/V/2020 yang ditandatangani oleh wakil ketua MUI KH Muhyiddin Junaidi dan sekjen Dr. H. Anwar Abbas, M.M, M.Ag.

Dalam maklumat tersebut, MUI menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengkajian secara mendalam terhadap berbagai aspek terkait upaya penanggulangan pandemi Covid-19 beserta dampaknya, termasuk tentang akan diberlakukannya kehidupan normal baru (new normal life).

Dalam hal kehidupan keagamaan di era new normal, kawasan yang tingkat penyebaran covid-nya belum terkendali, maka tetap berlaku keringanan (rukhshah) untuk sholat di rumah, dengan mengacu kepada Fatwa MUI No. 14 Tahun 2020 tentang Penyelengaraan Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19. Sedangkan di kawasan yang penyebaran covid-19 sudah terkendali, maka MUI membolehkan untuk melaksanakan sholat Jumat dan sholat lima waktu berjamaah di masjid. Namun, pelaksanaan ibadah yang melibatkan banyak orang tersebut harus tetap mengikuti protokol kesehatan secara ketat di era new normal.

Selain itu, dalam maklumatnya MUI juga mendesak kepada pemerintah agar kegiatan pendidikan di sekolah untuk segala jenjang tetap dilakukan di rumah jika Covid-19 belum terkendali.

 

Lampiran : Maklumat MUI Kep-1188/DP-MUI/V/2020