Suwarti, Seorang buruh pabrik dari PT Randugarut Plastik Indonesia meninggal dunia dalam perawatan di RSUD Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.

Suwarti (54), warga Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Tugurejo, Selasa (7/1/2020) kemarin.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan (FSP KEP) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jateng, Ahmad Zainuddin mengatakan, sebelum meninggal dunia, Suwarti diketahui mengalami kondisi yang tidak sehat.

Semula, kata Zainudin, Suwarti mengeluh tidak enak badan sampai muntah-muntah saat berada di tempat kerjanya, pada Selasa (7/1/2020) siang.

Akhirnya, beberapa rekannya membawa Suwarti ke RSUD Tugurejo untuk berobat.

Setelah menjalani pemeriksaan intensif, Suwarti pun diizinkan pulang untuk rawat jalan.

Namun, setibanya di depan rumah, kondisi kesehatan Sujiah tiba-tiba memburuk.

"Saat di rumah Suwarti. Bicaranya sudah cadel. Lalu teman-temannya membawa almarhumah lagi ke RSUD Tugu agar mendapat penanganan lebih lanjut," ungkap Zainudin kepada Tribunjateng.com, Rabu (8/1/2020).

Saat di rumah sakit, pihak tim medis meminta supaya Suwarti untuk dirawat inap.

Namun, selama dua jam dirawat, ternyata Suwarti dinyatakan meninggal dunia.

Zainudin yang ikut mengawal perawatan almarhumah itu menduga ada kejanggalan dalam penanganan di RS.

"Diduga karena ada unsur kelalaian dari pihak rumah sakit. Diagnosanya tidak jelas, pasien yang masih sehat tiba-tiba sakit saat berobat ke RSUD Tugurejo sampai akhirnya meninggal dunia," terangnya.

Kondisi itu pun membuat puluhan pekerja PT Randugarut Plastik sempat mendatangi RS Tugurejo pada Selasa (7/1/2020) malam kemarin.

Mereka bahkan menggelar tahlilan di RS Tugurejo untuk mendoakan rekannya yang meninggal dunia saat menjalani perawatan.

Zainuddin mengatakan, berdasarkan dari keterangan rekan-rekan almarhumah, Suwarti tidak memiliki riwayat sakit menahun.

"Bahkan sebelum berangkat kerja, Suwarti terlihat dalam kondisi sehat dan sempat bercanda.

Namun, malam harinya dikabarkan meninggal dunia. Maka dari itu, kita minta pihak rumah sakit bertanggung jawab agar insiden ini tidak terulang lagi," tandasnya.

Saat dikonfirmasi, Direktur RSUD Tugurejo, dr. Hariyadi Ibnu junaidi mengaku bahwa penanganan medis almarhumah Suwarti sudah sesuai aturan yang berlaku.

Sebenarnya, pihaknya harus memulangkan yang bersangkutan karena kondisinya berstatus gawat tapi tidak dalam kategori darurat.

"Setelah diobservasi dan hasilnya penderita boleh pulang untuk kontrol di poliklinik spesialis atau dokter faskes untuk diberi obat," ungkap Hariyadi.

Dia mengklaim sudah melakukan observasi selama satu jam lebih saat almarhumah pertama kali dirawat.

Keluhan pasien semula mual-mual lalu dibawa ke rumah sakit oleh rekan-rekannya.

Saat diobservasi, kata Hariyadi, pasien mengalami gangguan saluran pencernaan.

Kemudian yang kedua, pasien Suwarti didiagnosa mempunyai riwayat hipertensi.

"Secara sistemik, hipertensinya sudah menjalar ke pembuluh darah sehingga menyebabkan meninggal dunia. Jadi, penyebabnya karena hipertensi. Dalam riwayat pengobatan, Suwarti baru pertama kali dirawat di sini (RSUD Tugurejo)," pungkasnya.



Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Suwarti Buruh Pabrik di Semarang Meninggal Saat Dirawat di RSUD Tugurejo, Ini Penjelasan Hariyadi, https://jateng.tribunnews.com/2020/01/08/suwarti-buruh-pabrik-di-semarang-meninggal-saat-dirawat-di-rsud-tugurejo-ini-penjelasan-hariyadi?page=all.
Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: galih permadi

Advertising