Persoalan lingkungan di kawasan Kota Lama, seperti banjir, rob, kekumuhan dan banyaknya bangunan terlantar serta masalah sosial juga menjadi pendorong upaya pengembangan kawasan itu menjadi pusat kuliner dan wisata.



"Tujuan RTBL Kota Lama ini disusun sebagai pengendali pembangunan dalam penyelenggaraan penataan bangunan lingkungan untuk situs Kota Lama, juga untuk mencapai pemanfaatan ruang dengan pola pemakaian campuran yang sesuai dengan tujuan konservasi dan revitalisasi situs sejarah dan budaya," ungkap Ketua Pansus RTBL Kota Lama, Suharsono

Untuk batas kawasan, Suharsono menuturkan luas situs dalam RTBL adalah 72,358 hektare yang meliputi zona inti 25,277 hektar dan zona penyangga 47,081 hektare. Dari hasil public hearing tersebut, Suharsono mengungkapkan sejumlah masukan dari lintas sektoral dalam upaya pengembangan kawasan Kota Lama tersebut.

"Ada usulan tadi terkait sarana pendukung pariwisata, memperbanyak kantong parkir, memperbaiki toilet dan bagi pemilik asset mengusulkan adanya fungsi sosial di bangunan-bangunan di kota lama yang mereka miliki," ujarnya.

Sumber : suaramerdeka.com