Masyarakat Desa Ketapang Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang siap mewujudkan kawasan desa tersebut menjadi kawasan wisata tanaman dan kuliner organik. Penerapan pertanian organik sudah dilakukan sejak bertahun-tahun sehingga ke depan perlu dibangun kawasan wisata dan sentra organik.



Ketua Paguyuban Kelompok Tani Al Barokah Desa Ketapang, Mustofa,  mengatakan, perwujudan desa atau kawasan wisata organik ini agar apa yang sudah dilakukan petani bisa disinergikan dengan program pemerintah dan aktivis pertanian yang lain. Dengan begitu, ekonomi warga sekitar diharapkan semakin meningkat.

"Kawasan ini nanti akan kami wujudkan sebagai kawasan pertanian dan kuliner organik. Diharapkan masyarakat dan siapa pun bisa datang ke sini untuk melihat, belajar, dan belanja hasil pertanian organik warga," katanya di sela-sela Festival  Pertanian Organik di Desa Ketapang  Kecamatan Susukan, Sabtu (7/12). Kegiatan dalam festival ini berupa seminar dan workshop praktik-praktik pertanian organik. Juga pameran produk makanan lokal organik.

Festival dibuka perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Jateng. Kegiatan merupakan bagian dari program Desa Sejahtera Astra  yang melibatkan pondok-pondok pesantren Jateng dan dan Jatim.

Menurut Mustofa, masyarakat Desa Ketapang sudah belasan tahun menerapkan sistem pertanian organik. Masyarakat di sini juga mengkonsumsi makanan-makanan yang ditanam dengan cara organik yaitu tanpa pupuk dan pestisida kimia.

"Makanan dari pertanian organik ini sehat dikonsumsi dan ramah lingkungan. Sawah warga yang ditanami dengan sistem organik di Ketapang ini mencapai 168 hektar. Memang belum semua lahan di desa ini organik dan kami kami terus mengajak petani lain bertanam organik. Sudah 60 persen anggota kelompok tani sudah berorganik," tandasnya.  

Dikatakan, dengan pertanian sistem organik ini memiliki beberapa keuntungan di antaranya, petani menjadi berdaulat. Artinya para petani tidak tergantung dari pihak mana pun dalam urusan pertanian karena pupuk, pestisida, dan lainnya merupakan buatan sendiri tanpa unsur kimia.

Dengan begitu, biaya bisa lebih murah dan tentu menyehatkan. Sebab pupuk bikinan pabrik merupakan pupuk kimia yang bisa membahayakan ekosistem termasuk manusia. "Dengan bertani organik tentu akan menjadi ramah lingkungan. Juga kesehatan manusia akan terjaga jika lebih banyak mengkonsumsi hasil pertanian organik. Apalagi zaman sekarang kecenderungan orang akan beralih ke makanan organik karena mempertimbangkan resiko kesehatan jika terus mengkonsumsi zat kimia,"  ucapnya.

Sumber : suaramerdeka.com