Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang memprediksi sejumlah objek wisata di Kota Semarang akan padat wisatawan pada libur natal dan tahun baru 2020 (nataru) kali ini.

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari menyebutkan, kawasan Kota Lama Semarang akan menjadi incaran libur nataru.

Kawasan wisata yang dijuluki little netherland ini memang sedang viral diperbincangkan tak hanya oleh warga Kota Semarang melainkan wisatawan dari berbagai daerah.

Karena itu, Disbudpar memprediksi wisatawan yang datang ke Kota Lama akan membludak.

Suasana malam Kawasan Kota Lama di Kota Semarang
Suasana malam Kawasan Kota Lama di Kota Semarang (DOK. Istimewa)

Kemudian, Kebun Binatang Mangkang juga menjadi favorit liburan nataru. Pasalnya, objek wisata ini sangat cocok untuk menghabiskan liburan bersama keluarga.

Taman Margasatwa Semarang atau populer Kebun Binatang Mangkang dipadati pengunjung saat libur Lebaran
Taman Margasatwa Semarang atau populer Kebun Binatang Mangkang dipadati pengunjung saat libur Lebaran (Tribun Jateng/Dini Suciatiningrum)

Iin, sapaan akrab Kepala Disbudpar, juga memprediksi Grand Maerokoco, Lawang Sewu, serta Sam Poo Kong, akan mengalami peningkatan kunjungan wisatawan.

Dermaga Cinta di kawasan Mangrove Grand Maerokoco, Rabu(8/11/2017)
Dermaga Cinta di kawasan Mangrove Grand Maerokoco, Rabu(8/11/2017) (Tribun Jateng/Like Adelia)

"Pengamanannya kami libatkan kepolisian serta wilayah setempat. Dari sisi transportasi, kami koordinasi dengan Dishub untuk memastikan akses ke atau menuju Kota Semarang bisa lancar," papar Iin, Rabu (25/12/2019).

Iin melanjutkan, sejumlah hotel saat ini juga sudah mulai penuh.

Artinya, ada kenaikan yang cukup signifikan pada libur nataru ini.

Ia optimistis target kunjungan wisatawan 2019 sebesar 7,2 juta akan terlampauhi.

"Harus over target 7,2 juta. Kami sudah masuk 7 juta wisatawan. Kami berharap liburan nataru bisa tembus target," katanya.

Guna memberikan kesan menyenangkan kepada para wisatawan yang menghabiskan libur nataru di Semarang, Iin juga meminta setiap pengelola objek wisata untuk menciptakan kreativitas dan membuat atraksi yang menarik.

Termasuk juga objek wisata yang dikelola pemerintah.

 

"Objek wisata yang dikelola pemerintah kaki tampilkan hiburan. Ada di Goa Kreo, Taman Lele, Tinjomoyo," sebutnya.

Pengunjung memadati area tempat wisata alam Goa Kreo yang terletak di Jalan Raya Goa Kreo, Kandri, Gunungpati, Kota Semarang pada hari ini, Senin (18/6/2018) atau H+3 lebaran.
Pengunjung memadati area tempat wisata alam Goa Kreo yang terletak di Jalan Raya Goa Kreo, Kandri, Gunungpati, Kota Semarang pada hari ini, Senin (18/6/2018) atau H+3 lebaran. (TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV)
Penginapan di Taman Lele
Penginapan di Taman Lele (Tribun Jateng/Like Adelia)

Iin juga sudah mengirimkan surat imbauan kepada pengelola tempat hiburan, kafe, restoran, dan hotel untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan konduaifitas selama libur nataru.

"Tentu kami akan pantau terus hingga tahun baru nanti," ucapnya.

Sementara, tempat wisata menjadi satu diantara beberapa prioritas pemantauan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang. Terutama terkait pengaturan parkir.

Kepala Dishub Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan, pihaknya sudah berkoordunasi dengan setiap pengelola tempat wisata untuk menyediakan lahan parkir terutama parkir bus pariwisata.

Pasalnya, pemberhentian bus di tepi jalan akan menumbulkan kemacetan.

"Seperti di Lawang Sewu yang tidak ada kantong parkir khusus. Kami berharap bus pariwisata bisa parkir di yang tersedia di sekitar Lawang Sewu," kata Endro.

 

source : Tribunjateng.com